Jumat, 04 Mei 2012

~* Koneksi Langit *~

~* Koneksi Langit *~

 

 

 

 

                            ... السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

                                        بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
                                                                ........
Selama masih ada koneksi dengan langit, tak usah khawatir dengan apa yang ada di bumi.
Teknologi untuk berkoneksi dengan langit telah lama di bawa para nabi dan rasul. Mereka mengajarkan agar ada sambungan yang tak terputus. Hubungan yang kuat dengan penguasa jagad raya, pencipta alam semesta, termasuk penguasa seluruh jiwa. Tiada kekuatan dan keagungan melainkan kekuatan dan keagungan-Nya.
Dalam bahasa yang berbeda seorang Gubernur pernah menanggapi komentar miring yang tidak diperbuatnya, “kan ada Allah”. Sederhana, tapi begitu mendalam. Ringkas, tapi menghunjam makna yang kuat dan terpancar dari dirinya. 

Koneksi langit adalah koneksi yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Terlebih aktivis dakwah. Tanpa koneksi itu, semua menjadi percuma dan tersia. Tanpa hubungan dengan Allah, amal kerja menjadi tak berharga. 

Koneksi langit yang kuat akan menuntut akses di bumi. Interaksi yang kuat dengan siapa saja. Tua muda miskin kaya. Desa kota sama saja. Pejabat atau rakyat bisa di akses secara multi. Akrab dan bersahabat dengan siapa saja. 

Bila ingin memperkuat akses dibumi, maka kuatkan koneksi dengan Allah. Bila koneksinya melemah, perbaiki segera. Tanpa perlu delay atau siaran tunda, 

“Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan menyempurnakan hubungan-Nya dengan orang tersebut.”(HR. Hakim)

Berkoneksi dengan Langit

Rasulullah SAW dan para sahabat dahulu menganggap shalat sebagai terminal istirahat. Saat jiwa terasa letih oleh beban perjuangan dan saat tubuh penat oleh berbagai ujian hidup, generasi terbaik itu mendirikan shalat untuk melepas lelah. Rasulullah meminta Bilal untuk mengumandangkan azan dengan mengatakan, “Wahai Bilal tentramkanlah hati kami dengan shalat…” (HR. Daruquthni)

Banyak yang mencoba membangun koneksi dengan sholat, tetapi koneksinya lemah atau malah tak berbekas. Persis seperti mana sinyalemen dari rasul. “Berapa banyak orang yang menegakkan shalat hanya memperoleh letih dan payah” ( HR Nasa’i ).

Banyak lagi jalan membangun koneksi langit. Hubungan komunikasi yang kuat antara hamba dengan Khaliqnya. Adalah sholat dengan rukuk sujud dan aktifitas serta gerakan yang menyertainya. Apalagi malam hari dengan qiyamullail. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)

Adalah shoum sebagai perisai. Adalah qur’an hiasan bibirsenandung tilawah, hati akal pikiran dan perbuatan yang membersamainya. Adalah amal sholeh pengikat hubungan hamba dengan Rabbnya. Berkoneksi senatiasa sepanjang pagi dan petang sepanjang hayat dikandung badang. Unlimited. Tak terbatas. Biarlah kematian yang memutus koneksinya. 
                                                                ..... ..*.. .....
 
Semoga menjadi nasihat bagi diri kami pribadi yang mungkin sering melanggar apa yang kami katakan ini. Wallahu musta’an

 
.. ..ﺁﻣِّﻴﻦَ ﻱَ ﺭَ ﺑَّﻞْ ﻋَﻠَﻤِﻴّﻦْ

.. . .وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



 ***
Al Faqir ‘ila Maghfirati Rabbihi ‘Azza wa Jalla
Maya risma......
Bekasi 040512,eMR