Selasa, 08 Mei 2012

~* Beriman Kepada Allah, Jawaban Kegersangan Hidup “???” *~

~* Beriman Kepada Allah, Jawaban Kegersangan Hidup “???” *~






Akal manusia tidak bisa membayangkan ukuran dan fungsi jagat raya yang kita huni. Kira-kira terdapat 300 milyar galaksi di jagat raya. Galaksi bima sakti kita adalah salah satunya. 
Di dalamnya ada 250 milyar bintang. Matahari adalah salah satunya. Dengan kata lain, masih lebih banyak bintang di jagat raya daripada butiran pasir di seluruh pantai di dunia, dan matahari kita hanya seperti sebutir pasir.


Bumi tempat kita berpijak tidaklah lebih luas dari sebutir pasir. Sebagai manusia, mahluk kecil yang menghuni bumi, dia bukanlah apa-apa dibandingkan dengan ukuran jagat raya. Namun manusia melupakan semua ini, bahkan merasa dirinya besar. 
Dia hidup dengan penuh kesombongan. Dia lupa bahwa dia adalah makhluk lemah ciptaan Allah, yang suatu hari akan mati dan harus menghitung amalnya di hadapan Allah. Lebih jauh lagi, dia terbuai dengan urusan dunia, yang ukurannya tidak lebih besar dari sebutir pasir bila dibandingkan dengan jagat raya.
Dan semua orang akan segera mati dan dikubur dalam lubang kecil di bumi. Sebelum mengantarkannya pada hari akhir, Allah pasti akan menunjukkan bahwa dia itu begitu lemah. Jika tidak mati muda,contoh ketidakberdayaan manusia di dunia adalah ketika ia menjadi tua renta.


Kemajuan peradaban umat manusia saat ini ternyata telah melupakan sesuatu. Saat umat manusia berlomba-lomba membangun Gedung-Gedung Pemcakar Langit, Ilmu pengetahuan mencapai puncaknya hingga manusia bisa menginjak Bulan, segala sesuatu di Bumi ini mampu di pelajari, di prediksi, bahkan di manipulasi. 
Tapi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, harusnya membuat umat manusia lebih bersyukur, bahwa tak ada satu pun yang sia-sia, yang Allah ciptakan di Bumi ini. Tapi sebaliknya, yang terjadi saat ini kemajuan peradaban membuat sebagian manusia semakin sombong, bertindak sesuka hati, dan melupakan Tuhan-Nya.


Di sinilah sebagian manusia modern melupakan sesuatu, sesuatu yang membuat manusia modern hidup dalam  kegelisahan hati, kegersangan jiwa, keserakahan hawa nafsu, pemujaan materi, dan ketakutan hidup. Masalah tersebut membuat manusia modern menyadari, pentingnya ketentraman dan ketenangan hati. Sebuah kondisi dimana hati dan pikiran manusia merasa bahagia dan damai. Banyak cara lebih dilakukan manusia modern untuk mencapai itu, tapi tak ada yang pernah-pernah berhasil seratus persen mencapainya.

“Kenapa?”, Karena mereka melupakan sesuatu yang sangat subtansial yang menjadi penyebab tercapainya kebahagiaan dan kedamaian hati. Jawaban lengkapnyanya, ada dalam AL-Quran surat AR-RAD ayat 28-29:


“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tentram. Orang-orang yang beriman dan berawal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.“ (QS. AR-RAD : 28-29)


Dalam ayat tersebut sangat tegas di sampaikan, Bahwa hanya dengan mengingat Allah lah hati manusia akan menjadi tentram, dan hanya orang-orang yang ikhlas yang mampu mencapai titik ketentraman hati. Karena dengan memurnikan keesaan Allah dalam diri, lalu berserah diri kepada-Nya secara utuh, dalam kesedihan, maupun kebahagiaan, disetiap
waktu, dalam setiap waktu, dimanapun manusia berada. Maka seorang hamba Allah yang ikhlas, akan mencapai ketentraman hati dalam hidupnya.

Sebetulnya manusia modern tak perlu repot-repot mencari cara untuk menenangkan hati. Karena ketentraman hati akan
dapat  di capai dengan keikhlasan mengimani Keberadaan Allah SWT. Segala kegelisahan hati, kegersangan jiwa, dan ketakutan, akan di hilangkan dari hati hamba-hambanya yang ikhlas. Manusia di zaman ini, terlalu sibuk mengejar materi, birahi, dan kekuasaan. Dan hal-hal tersebut belum tentu memberikan ketentraman hati bagi jiwanya. Allah tidak melarang manusia mengejar kehidupan duniawi, tapi jangan sampai aktivitasmu melupakanmu pada Allah. Karena hanya orang-orang beriman dan beramal saleh lah, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik!.