Selasa, 03 Juli 2012

Protes Anti Israel Ribuan Muslim di Copenhagen Denmark Mendesak Penguasa Arab Kerahkan Tentara



 












Hizbut Tahrir Denmark telah mengorganisir aksi unjuk rasa yang digelar setelah sholat Jumat, 9 Januari 2009 di Copenhagen. Aksi umat Islam ini sangat luar biasa di sebuah negeri Barat. Ribuan kaum Muslim mengisi jalan-jalan kota di ibu kota salah satu negera makmur di Barat itu. Ini semakin menunjukkan, seruan dakwah di Barat dalam beberapa dekade terakhir ini telah menggiring mereka kepada seruan murni Islam ideologis. [+foto]
Sekitar empat hingga lima ribu kaum Muslim berjalan kaki di sepanjang Copenhagen dan berjanji sebagai bentuk dukungan mereka terhadap saudara mereka di Gaza untuk terus menyeru para tentara Muslim menghentikan kebrutalan Israel dan membantu saudara mereka di Gaza.

Mereka berjalan kaki sambil berzikir dan meneriakan “Khaibar khaibar ya yahud jaisyu Muhammad saufa ya’ud”. Para peserta aksi dengan lantang mengibarkan panji liwa dan royah, benderanya Rasulullah Saw. Yang bertuliskan “laa ilaaha illallah muhammad rasulullah”.


Tak Ada Bendera Nasionalisme

Tak tergambar kebanggaan atas kebangsaan dalam aksi tersebut. Seperti, tak ada bendera Denmark, ataupun bendera nasionalisme Palestina. Yang ada hanyalah dua bendera Islam yang berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimah tauhid. Ini menunjukkan mereka tak mau solusi nasionalisme, ikatan batas semu yang telah memecah belah umat. Justru mereka mengingkan kaum Muslim bersatu di bawah bendera liwa dan roya, di bawah Khilafah Islamiyyah yang akan mengerahkan pasukan Muslim di berbagai belahan negeri untuk membebaskan negeri-negeri yang sama.

Ketika setiap kali seruan kepada solusi Islam: Khilafah dan Jihad, serta mengungkap pengkhinatan para penguasa yang diteriakkan oleh orator dari anggota Hizbut Tahrir Denmark itu, takbir membahana saling menyahut menggetarkan siapapun yang menyaksikannya.


Tak Butuh Resolusi PBB

Menariknya, pada hari yang sama, aksi protes digelar oleh aliansi 27 “organisasi Islam” yang tidak mendukung Khilafah, melainkan meminta intervensi PBB sebagai solusi jangka panjang terhadap krisis Gaza. Hanya saja, aksi demonstrasi ini, meskipun di belakang aliansi, digambarkan kurang dari setengah orang-orang yang hadir. Tak diragukan lagi, ini mengindikasikan perasaan kaum Muslim, di mana mereka merasa solusi tersebut sebagai solusi bohong. Solusi atas tragedi Gaza tentu saja tak mungkin diharapkan kepada organisasi dunia yang telah membantu membuat Israel untuk menjajah di negeri Palestina tersebut.

Menurut sebuah sumber, aksi protes ini merupakan bagian dari aksi gerakan politik Muslim di seluruh negeri di dunia yang digelar oleh Hizbut Tahrir, sebuah gerakan Islam yang ingin melanjutkan kehidupan Islam. Seruan-seruan mereka telah disiarkan melalui channel-channel ke berbagai negeri. Di Denmark, merupakan salah satu contoh terakhir desakan kaum Muslim kepada para penguasa untuk mengirimkan pasukan mempertahankan Gaza. Ahad pekan lalu, aksi serupa telah digelar di London yang juga mendapat sambutan dari berbagai pihak.

Subhaanallah, di negeri Denmark dan Inggris saja, seruan kepada Islam yang sebenarnya dan kepemimpinan yang ikhlas melalui Khilafah terus bergelora. Bagaimana mereka bisa melakukan hal tersebut di negeri yang mayoritas non Muslim itu, sementara di negeri kaum Muslim malah ide busuk nasionalisme serta solusi palsu masih dipercaya oleh sebagian orang yang mengaku ‘intelek’ Muslim.

Malu rasanya bila kaum Muslim yang hidup di negeri Muslim ini masih percaya pada solusi dan ide Barat serta PBB, sementara Muslim di Barat yang telah tercelup pemikian Islam hanya percaya pada satu solusi atas Gaza, KHILAFAH dan JIHAD! (Syabab.Com, 12/01/09)