Jumat, 06 Juli 2012

~* Nasehat Buya HAMKA Kepada Angkatan Muda Islam *~


"Angkatan Muda saya serukan, 
seruan yang saya sendiripun berjanji 
 hendak melaksanakannya pula, sebelum kamu, 
sekedar tenaga yang ada padaku.

Kalian adalah harapan Islam di zaman depan. 
Sebab itu pelajarilah Islam. 
 Pelajarilah dasar aqidahnya sehingga mantap, 
lalu kuatkan dengan ibadah, sampai menjadi darah daging.

Benamkan dirimu kedalamnya sampai ideologi itulah kekayaanmu. 
Hingga kamu ridha melarat, 
ridah dikucilkan bahkan ridha mempunyai pendirian sendiri di dalam menilai segala soal, 
walaupun orang kiri-kananmu tidak berani lagi menyatakan pendirian itu.

Dengan tegaknya aqidah, dikuatkan dengan ibadah, 
kian lama kian leburlah diri ke dalam cita-cita.
 Sehingga kian tumbuhlah dalam jiwamu kepercayaan, 
kita manusia ini hanya alat Tuhan belaka, 
buat menegakkan apa yang diperintahkan-Nya.

Kalau orang komunis seperti Sudisman berdiri tegak,
 dengan muka tenang menunggu hukuman mati,
 kalau Nyono masih sempat bersyair seketika mendengarkan vonis,
 padahal mereka hendak menghancurkan agamamu,
 mengapa kamu yang mempertahankan ajaran Allah, menjaga agama pusaka akan ragu menghadapi segala kemungkinan di dalam keyakinan?

Sebabnya ialah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita-citanya sebagaimana citacita orang komunis itu.

Islam kita terima sebagai agama, dan kita marah kalau dikatakan tidak Islam. 
tetapi Islam itu sendiri belum meresap ke dalam jiwa. 
Kita belum merasakan lezatnya iman, kita belum merasakan nikmatnya ideologi.

Yang utama dalam menegakkan ideologi bukanlah mesti bergelar alim, 
 bukanlah ahli fiqh atau titel kesarjanaan, melainkan karakter (Quwwatul-Khulqi). 
Ideologi menimbulkan iradah, cita2 menuju maksud yang mulia. 
Ideologi menimbulkan harga diri yang jauh lebih mahal dari harta dan tahta.
 Ideologi menimbulkan rasa khidmat dan kewajiban. Sebab itu seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab lebih dahulu menunaikan kewajiibannya daripada menuntut hak.

Binalah diri ini terlebih dahulu dengan memperdalam aqidah dan ibadah, 
perteguh hubungan dengan Tuhan. dengan pertalian yang teguh dengan Tuhan,
 hadapilah tugasmu dalam hidup.

Maka apapun yang terjadi, kalian akan tetap merasa bahagia. 
Sebab didalam jiwa mu ada kekayaan (ideologi)".



(Rangkuman tulisan HAMKA dalam Artikel Panji Masyarakat)